<a href="http://goodnewsfromindonesia.org/shia-terminal-3-for-budget-airport-jakarta/"><b>SHIA Terminal 3 for Budget Airport Jakarta</b></a> <a href="http://goodnewsfromindonesia.org/buy-time-magazine-may-2009-edition/"><b>Buy TIME Magazine May 2009 Edition!</b></a> <a href="http://goodnewsfromindonesia.org/asian-tiger-revisited/"><b>Asian Tiger Revisited</b></a> <a href="http://goodnewsfromindonesia.org/indonesia-vs-thailand-again/"><b>Indonesia Vs Thailand (again)</b></a> <a href="http://goodnewsfromindonesia.org/optimistic-indonesians/"><b>Optimistic Indonesians</b></a>
 

Rio Haryanto Heading for GP2!

The much awaited moment has come for Rio Haryanto, the young Indonesian talent, as today he is on the track of Jerez circuit testing GP2 car with the French team DAMS alongside other drivers such as Valtteri Bottas (the GP3 2011 champion), Luca Filippi, Fabio Onidi and Giovanni Venturini.

I am pretty sure Rio’s fan in Indonesia and elsewhere have also been waiting for this moment. The boy is on his way to the higher level, pursuing his dream to be the Indonesia’s first F1 driver.

Rio Haryanto deserves such achievement following his steadily improving performances in AutoGP and GP3 this year. He finished second in AutoGP race in Brno and took a dominant victory in Valencia. He is also already a double-winner in GP3 race with two wins in Germany and  Hungary, making him the only driver to have more than one victory aside from Valtteri Bottas.

I have to take a note especially on his amazing GP3 win in Nurburgring, Germany. The rain-affected race ended with a thrilling battle on the slippery condition involving the top three drivers: Rio Hariyanto, Valtteri Bottas and Lewis Williamson. Despite having slick tyres, Rio Haryanto showed his talent by overtaking Williamson and defended his leading position from Bottas attack until the very end of the last lap. I remember the commentator in Eurosport channel saying something like “Oh my words… this is great stuff! I don’t really know how these boys keep their cars on the track, I really don’t! Absolutely wonderful driving skills from these boys!

Yeah! that pretty much shows you what Rio Haryanto is capable of.

And with the ongoing GP2 test (scheduled today and tomorrow) in Jerez, let’s pray for Rio Haryanto. I can’t wait to see what is going to come out of him in the near future as he is still growing (remember, he’s just 18 years old!). He is the one to watch, everybody.

Credits: various sources

Written for Good News From Indonesia by Faisal Cahyadi

Rio Haryanto, Gigih Berjuang di Tengah Krisis

Pada saat konferensi pers di babak kualifikasi yang diadakan 10 September 2011, diakhir pernyataannya Rio Haryanto berharap untuk berada di podium akan tetapi yang jelas menjadi juara (juara 1) itu akan lebih baik. Race pertama yang dilakukan 10 September pada pukul 17.20 waktu setempat (Monza, Italia) Rio Haryanto berada di posisi ke-3.

 

Dan kemarin, 11 September 2011 Rio Haryanto membuktikan bahwa dirinya bisa untuk berada di podium meski hanya menjadi juara ke-2. Hanya selisih 0,7 detik dengan Felix Da Costa. Hal ini memang lebih baik daripada balapan yang dilakukan Rio Haryanto bulan lalu, pada Race 1 dan 2 Rio Haryanto berada di posisi ke-12 dan 9.

Balapan yang diadakan di Monza, Italia, sekaligus sebagai penutup dari rangkaian lomba GP3 Series. Dan saat ini Rio telah mengumpulkan sebanyak 31 poin. Jika dilihat dari pengumpulan poin ini, maka Rio masih berada di sepuluh besar GP3 Series.

Sebuah prestasi yang patut dibanggakan, dan Indonesia pantas berjumawa dengan hal ini. Namun siapa sangka Rio Haryanto yang memiliki bakat sangat tinggi ini dan beberapa kali telah menjuarai GP3, merasa harus berpasrah diri karena tidak adanya sokongan dana yang cukup. Bisa saja tahun depan nanti semoga Rio bisa naik ke GP2, kemudian F1, seperti impiannya.

Siapa pula yang tidak bangga jika memiliki kesempatan untuk mengendarai mesin jet darat di ajang sekaliber Formula 1? Akan tetapi tidak semua pembalap memiliki kesempatan tersebut, karena hal ini tergantung seberapa kuat dan dahsyatnya dukungan sponsor. Memang dukungan sponsor hanyalah syarat nomor dua setelah syarat betapa berprestasinya seorang pembalap tersebut. Dan syarat ketiga, mampu bersaing di F1 yang sangat ketat.

Syarat pertama, Rio Haryanto sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Syarat ketiga pun, saya yakin Rio mampu menjalani proses persaingan selama di F1 nanti dengan baik. Nah, sebelum melangkah jauh untuk berlaga di F1, ada sebuah masa yang bernama GP2 yang harus dilalui dulu oleh Rio. Dan permasalahan utamanya adalah sponsorship! Kalau Indonesia mau menyokong dengan dana yang sangat besar, atau ada sponsor lokal baru yang bersedia memberikan jumlah yang tidak sedikit, maka dapat dipastikan Rio Haryanto menjadi pembalap F1 pertama dari Indonesia beberapa tahun lagi.

Memang hanya masalah waktu untuk mewujudkan impian Rio Haryanto mencapai F1. Namun, yang menjadi pertanyaan penting adalah seberapa besar peduli perusahaan besar Indonesia untuk mendukung putra bangsa seperti Rio Haryanto melebarkan sayapnya di dunia internasional?

Atau apakah sebenarnya ada perusahaan Indonesia yang mau mensponsori Rio Haryanto tetapi terkendala dengan besaran jumlah yang harus dikeluarkan mereka untuk mengikuti ajang GP2 apalagi F1?

Keep fighting, Rio!

 

Credits: www.gp3series.com

Rio Haryanto Menang GP3

Bagi penggemar balap mobil, pasti tidak asing dengan nama yang satu ini, Rio Haryanto. Pemuda asal Solo ini berhasil menjadi yang terdepan pada race kedua kelas GP3 yang berlangsung hari Minggu kemarin di sirkuit Hungaroring, Hungaria.

Pemuda yang juga sebagai Duta Komodo pada tahun 2010 ini mengaku beruntung dengan turunnya hujan, karena begitu safety car pertama masuk akibat Lewis Williamson mengalami spin dan keluar dari balapan, Rio memanfaatkan momentum ini hingga berhasil meraih di posisi ketiga saat harus kembali restart. Kemudian tak lama setelah itu, safety car kembali masuk trek saat Thomas Hylkema mengalami crash. Rio kembali memanfaatkan situasi ini dan mampu menyalip Markel, setelah berhasil melewatinya Rio mampu mempertahankan posisinya hingga bendera berkibar pertanda finish. Tercatat beda 1.344 waktunya dengan Markel.

Riuh tepuk tangan dan sorak sorai kegembiraan terdengar. Sang pembalap mengacungkan kedua tangan ke udara, bersorak gembira dan penuh syukur. Dan lagu kebangsaan Indonesia Raya pun terdengar di podium GP3 international.

Walaupun sebelumnya Rio hanya mampu finish diurutan ke sepuluh tapi setidaknya kali ini Rio membuktikan pencapaian yang baik dan menambah championship poin sebanyak 5.

Rio Haryanto, selamat ! *toast*

 

sources: www.gp3series.com

Written for Good News From Indonesia by Riefka Aulia

Rio And His Crown

Rio Haryanto (16 years old) of Questnet Team Qi-Meritus was crowned the Formula BMW Pacific champion after the young Indone­sian finished second in Round 14 at the Oka­­ya­­­­­ma International Circuit in Japan on Sunday, Nov 1st 2009.

The 2009 Formula BMW Pacific team championship was also decided with Questnet Team Qi-Meritus taking the honours as well. Haryanto clinched the driver’s title by earning maximum points in each of the last nine races.

Meanwhile, Meritus team drivers Luca Filippi and Diego Nunes finished eighth and 13th respectively in Round 2 of the GP2 Asia held at the Yas Marina Circuit in Abu Dhabi yesterday.

RESULTS
Round 14: 1. Facu Regalia (Spa) Eurointernational 25:35.145, 2. Rio Haryanto (Ina) Questnet Qi-Meritus 21.681 seconds behind, 3. James Kovacic (Usa) Eurointernational 33.478, 4. Calvin Wong (Mas) Holzer PFX 34.743, 5. Fahmi Ilyas (Mas) E-Rain 38.616.

STANDINGS
After 14 rounds: 1. Rio Haryanto 229, 2. Gary Thompson (Irl) E-Rain 180, 3. Axcil Jefferies (Zim) Eurasia Motorsport 148, 4. Fahmi 92.