Indonesian physics team grabs two gold medals in Asian Olympiad

Jakarta (ANTARA News) – The Indonesian physics team grabbed two gold medals, one silver medal and two bronzes at the Asian Physics Olympiad (APhO) 2012 which was held in India from April 30, 2012 to May 7, 2012.

“Indonesia has sent eight students to India. Today is closing day and I don`t know which students won the medals,” said the Indonesian physics team coach Prof Yohanes Surya here on Monday.

APhO was initiated by Indonesia in 2000, and the Indonesian team undergoes intensive, gruelling training to win medals in the competitions.

“But the difficulty is to find talented students from the Indonesian regions. This is because The Education and Culture Agency bans students who win the National Physics Olympiad from participating in APhO.”

Yohanes noted that most of the students who participate in APhO come from large private schools in Jakarta. He hopes to be able to find physics talents from other regions in Indonesia.

“Many students from rural areas show talent in physics. They too can achieve success if they receive intensive training, just like the student from Makassar who grabbed a gold medal in APhO,” he added.

Indonesian students win ICYS silver medals

Two Indonesian students have won silver medals in the 19th International Conference of Young Scientists (ICYS) in Nijmegen, the Netherlands, according to a statement sent to The Jakarta Post on Thursday.

Shanon Canamara and Rayner Jong, grade 10 and 12 students at Santa Laurensia, a private school at Alam Sutra housing estate in South Tangerang, secured the medals for their research project entitled “Plastic Bamboo Composite: At peace with waste.”

In the research, Shanon and Rayner used composite material from bamboo and plastic trash to form a wall structure that deadened sound.

The ICYS assembles students with good academic achievements to compete in scientific research contests. The 19th ICYS conference was held from April 16 to April 23. Hundreds of students from 22 countries took part in the contest this year. (iwa)

(taken from The Jakarta Post)

Membangun Kembali Harapan

Anda tentunya masih Ingat dengan ramainya pemberitaan tentang jembatan Indiana Jones dimedia Televisi, yang sebenarnya adalalah jembatan gantung yang terletak diantara kampung Ciparay dan Kampung Ciwaru Lebak banten dan penduduk sekitar menamakan sebagai jembatan ciwaru. Jembatan ini rusak berat pada tiang penyangga sehingga salah satu Wire rop utama jatuh dari dari dudukanya di tiang utama sehingga lantai jembatan miring sampai 90 derajat, yang mengakibatkan sangat berbahaya bagi anak-anak kampung ciwaru yang melewati setiap harinya untuk berangkat kesekolah.

Perjuangan untuk melewati jembatan miring ini yang jadi berita yang diexpose seluruh media nasional dan bahkan diberbagai media sosial sedemikian terkenal dan  mereka menamakanya sebagai jembatan Indiana Jones.  Anak Sekolah dan orang tua Nekat berjibaku melewati jembatan yang sudah miring tersebut , karena untuk mencari jalan alternative harus berputar berkilo-kilometer jauhnya untuk keseberang jembatan dikampung ciparay tempat mereka sekolah dan berhubung dengan dunia luar.

Gambar  1. Anak-anak sekolah harus menempuh bahaya setiap hari hanya untuk berangkat kesekolah, Karena tidak ada jalan lain yang terdekat kecuali harus memutar sejauh 3 km dan tidak ada angkutan umum

Seminggu setelah  kejadian banjir tersebut  Pemda Lebak memang lagi mengajukan permintaan anggaran tambahan ke Gubernur BANTEN untuk pembuatan jembatan baru Indiana Jones senilai kurang lebih 1 Milyard rupiah, karena tidak ada anggaran dari APBD Lebak, tetapi itu  proses persetujuan apalagi realisasinya akan melalui prosedur yang sangat panjang yaitu harus dibahas di DPRD saat pengajuan  APBD-Perubahan provinsi banten yang waktunya belum tentu kapan dirapatkan dan belum tentu disetujui.

Ketika  IKA ITS BANTEN yang didukung oleh Krakatau Steel (karena kebetulan yang survey jembatan tersebut juga karyawan Krakatau Steel) menawarkan bantuan untuk ikut membangun kembali jembatan Indiana jones, mereka setuju dengan menggeser posisi jembatan 50-75 meter dari pondasi lama dan jembatan dengan konstruksi baja dari Krakatau steel , agar jembatan baru lebih aman dari abrasi sungai dan hantaman banjir. Kemudian kami meminta dibuatkan  segera  permintaan resmi dari Bupati Lebak, dengan tujuan agar bisa dibantu Wire Rop, Plat Checker plate dan bahan baja lain yang ada di Krakatau steel untuk bahan pembuatan jembatan gantung yang baru, karena Krakatau Steel telah terbukti lebih cepat .

Surat Permintaan dari Bupati Lebak tgl 23 Januari 2012

Tiang Utama bengkok 90 derajat , sehingga salah satu Sling utama jatuh ketanah yang membuat jembatan miring sampai vertikal (90 derajat Sehingga .Jembatan miring  yang panjangnya  100m ini jadi Obyek pemberitaan berita media masa nasional maupun Internasional.

KETUA IKA ITS BANTEN  yang Juga Deputy Direktur PT.Krakatau Steel berdiskusi dan memberi penjelasan Kepada Perangkat Desa, Lurah , Camat , Ustad Ponpes Ciwaru bahwa Bantuan Jembatan gantung ini memang sebagian besar  bantuan Krakatau Steel melalui Divisi PKBL ini , Tetapi tanpa ketrelibatkan Pemda Cilegon, IKA ITS dan terutama Gotong royong penduduk sekitar maka jembatan ini tidak akan jadi, kalaupun Jadi tidak akan bertahan lama jika penduduk sekitar tidak ikut membantu merawatnya, dengan Demikian Anak Anak kampung Ciwaru yang kesulitan untuk dapat besekolah , karena kampungnya terisolir segera bisa lebih mudah bersekolah lagi.

Rancangan baru Jembatan gantung  Indiana Jones oleh Alumni ITS dari Krakatau Engineering
dengan konstruksi baja dengan Tiang Utama Pipa Tubular membentuk Pilar A
dan Lantai plat Checker plate produksi PT.Krakatau Steel
serta tinggi jembatan dinaikkan agar lebih aman dari terjangan banjir

IKA ITS membantu perlengkapan untuk gotong royong seperti  gerobak dorong , pacul , scoop, ember, rancangan jembatan, pembayaran tukang  dan  supervisi setiap minggu.

Akses menuju Sisi seberang jembatan (kampung Ciwaru) yg terisolir, harus menggunakan mobil Offroad yang kecil yang membuat sulit untuk dapat menstransfer material jembatan.

Transportasi Sirtu di sisi Pesantren kampong Ciparay, Pasir Tanjung Rangkas,  dengan gotong royong  dibantu Ibu-ibu ikut gotong royong menggunakan gerobak , sekop pacul bantuan IKA ITS

Transportasi sisi Kampung Ciwaru yang terisolir Terpaksa Mengguinakan  FLYING FOX
Bahkan Anak-anak kampung Ciwaru  dengan telanjang bulat sambil bermain ikut membantu memindahkan batu belah untuk dibawa dengan rakit bambu ke kampungnya.
Tiang Jembatan terpaksa juga diangkut dengan Gerobak (Ang Hang) yang ditarik Jeep 4×4.
Transfer Material  Pasir dan batu yang tidak bisa memakai truk dan harus dilakukan dengan gerobak dorong, ember , rakit dan dengan Flying FOX membuat pembangunan pondasi jembatan menjadi lamban dan memerlukan tenaga banyak orang, untungnya penduduk sekitar bahkan Ibu-ibu, anak anak bahkan santri di ponpes terdekat sangat banyak membantu.

Selamatan Mohon keselamatan  memulai Pengecoran Pondasi Jembatan gantung

Pondasi Jembatan dibuat setinggi tinggi 7 Meter agar lebih aman dari terjangan banjir sudah Siap Di Cor di minggu ketiga Maret 2012

Jembatan gantung sebelumnya sudah rusak 3 kali dan terakhir baru dibangun 3 tahun lalu  dengan program stimulan pemda Lebak sudah rusak karena terjangan banjir. Jembatan yang dibangun saat ini lebih aman dari terjangan banjir, karena selain lokasi jembatan digeser ke posisi yg lebih aman  dan lebih tinggi serta desain jembatan  disimulasikan dengan Software Analisa Strukture (SAP2000) oleh alumni ITS serta dijamin lebih kuat karena menggunakan konstruksi BAJA berstandard SNI Produk dari Krakatau Steel,

Progres pembangunan pada akhir bulan Maret 2012,  Tiang  Utama Jembatan Sudah terpasang.  2 Minggu kedepan  setelah Beton Cor Pondasi kering akan diinstall Jembatan gantung yang sudah disiapkan di workshop Krakatau Steel .

(AlumniITS.com)

UI’s Papua Center opens

The Papua Center of the School of Social and Political Science at the University of Indonesia (UI) was officially opened on Monday.

The center is a joint venture between UI, Papua’s Cendrawasih University and mining giant PT Freeport Indonesia.

The launch was marked by the signing of an agreement between the faculty Dean Bambang Shergi Laksmono and Freeport representative Rozik B. Soetjipto.

The agreement covers a students and lecturers exchange between UI and the Cendrawasih University, the holding of a cultural week focused on the Kamoro tribes and publication of books on Kamoro art and culture.

Bambang said that development in Papua was not easy, considering problems within the province, which is also known as the land of Cendrawasih.

“We need to get ourselves familiar with its structures and social backgrounds,” he said as quoted by tempo.co.

He expected that the center could help develop ideas and create a foundation for development in the province.

Freeport has also signed an agreement with Cendrawasih University’s Rector Festus Simbiak that covers cooperation in education, apprenticeships, graduate development programs and student training. (iwa)
(taken from The Jakarta Post)

PetroGas Days Universitas Indonesia 2012

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan minyak bumi dan gas alam. Cadangan minyak bumi Indonesia sebesar 4,2 billion barrel yang bisa digunakan selama 12 tahun, sedangkan cadangan gas alam mencapai 3,1 trillion cubic meters yang bisa digunakan selama 38 tahun (Statistical Review of World Energy Report, 2011). Selain itu, Indonesia diperkirakan memiliki potensi 3,5 billion barrel minyak bumi dan 1,4 trillion cubic meters gas (ESDM, 2010). Saat ini, produksi minyak dan gas Indonesia mencapai 920 ribu barel  perhari dan 2,87 TSCFD. Besarnya produksi ini menyumbang kontribusi sebesar US$26,49 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada tahun 2010 (BPMIGAS, 2010). Oleh karena itu, industri ini turut berperan dalam perekonomian bangsa Indonesia, baik secara langsung maupun tak langsung.

Sektor ini juga mengalami banyak perkembangan, mulai dari penemuan sumur baru sampai teknologi produksi. Adanya penemuan sumur-sumur baru, seperti penemuan cadangan gas dan kondensat yang bisa diproduksi 5,867 MMSCFD pada Juni 2011. Perkembangan teknologi sektor ini juga cukup pesat, seperti produksi untuk Coal Bed Methane (Kalimantan dan Sumatera) dan Deepwater Field (Indonesia Timur). Baiknya iklim industri ini membuat Indonesia (6%) termasuk ke dalam 4 negara terpesat dalam industri migas, setelah China (9,5%), India (9%), dan Brasil (7%).

Indonesia memiliki potensi yang besar terhadap pengembangan industri migas tetapi cukup banyaknya masalah yang timbul membuat industri ini belum memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Harapannya, industri ini tidak hanya menunjang ketahanan energi Indonesia tetapi juga menunjang sektor-sektor lain yang mengarah kepada daya saing bangsa. Untuk itu dibutuhkan optimasi industri agar indutri ini dapat bekerja secara maksimal.

PetroGas Days (PGD) merupakan acara tahunan Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia yang mengangkat isu tentang industri minyak bumi dan gas. Melihat masalah di atas, PGDs 2012 kali ini mengusung tema “Optimizing Oil and Gas sector to Strengthen National Competitivness”. Sebagai suatu rangkaian acara, PGDs 2012 terdiri dari 4 acara utama, yaitu Workshop, 4th CPDC, Seminar dan Topical Gala Dinner.

 

 

Workshop

Workshop merupakan salah satu acara yang diselenggarakan pada PetroGas Days UI 2012 ini. Kelas workshop ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dan pengalaman dalam mengaplikasikan teknologi maupun suatu ilmu. Pada kelas ini peserta tidak hanya mendapatkan materi yang komprehensif mengenai suatu teknologi dari masing-masing pakar, tetapi juga terlibat secara aktif dalam menyelesaikan permasalahan dan studi kasus yang diberikan melalui diskusi dalam kelompok. Pada tahun ini dibuka kelas workshop sebanyak 4 kelas yang dilaksanakan secara paralel, di mana untuk tiap sesi diselenggarakan 2 kelas.

Workshop ini diadakan pada hari Jumat, 16 Maret 2012 bertempat di Gedung Engineering Center, Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Masing-masing kelas memiliki kapasitas sebesar 40 orang yang berasal dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan juga profesional dari berbagai industri. Tema-tema workshop yang dibuka pada PetroGas Days UI 2012 ini adalah sebagai berikut:

  1. Lean Six Sigma Implementation in Oil and Gas Industry” dengan pembicara Sadono dan Rachman Ardiansyah (Chevron IndoAsia Business Unit);
  2. Health, Safety, and Environment Consideration in Drilling Operation” dengan pembicara Andreas Krisbayu R. (Star Energy);
  3. Troubleshooting in Electrical Submersible Pump System” dengan pembicara Diyah Satiti Ayu Wulandari (Schlumberger); dan
  4. Installation of Subsea Gas Pipeline; Study Case of Java-Sumatera Gas Pipeline” dengan pembicara Fajar Christian dan Andre W. Ariono (PT Rekayasa Industri).

Tidak hanya mendapatkan ilmu dan pengalaman menyelesaikan studi kasus yang diberikan, pada salah satu kelas workshop kelompok yang dapat menyelesaikan studi kasus paling baik mendapatkan kesempatan mengadakan studi lapangan dari perusahaan yang bersangkutan.

 

4th Chemical Product Design Competition

Chemical Product Design Competition merupakan kompetisi rancang produk kimia tahunan yang diselenggarakan untuk memperlombakan ide dan kreativitas mahasiswa dalam merancang suatu produk kimia. CPDC tahun ini telah mencapai tahun keempat dan mulai tahun ini acara ini diselenggarakan hingga tingkat ASEAN. Rangkaian kegiatan yang harus dilalui peserta, yaitu seleksi abstrak, seleksi makalah, hingga akhirnya presentasi pada babak final dan pameran produk kimia yang dihasilkan. CPDC tahun ini meloloskan 7 tim ke babak final, berasal dari Universitas Indonesia sebanyak 3 tim, Institut Teknologi Bandung sebanyak 2 tim, dan Universitas Katolik Parahyangan serta Politeknik Negeri Malang masing-masing sebanyak 1 tim.

Presentasi final di depan dewan juri dan pameran produk kimia diselenggarakan pada hari Jumat, 16 Maret 2012 bertempat di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Tiap peserta harus mempertahankan rancangan produk kimia mereka di depan para juri yang berasal dari dunia industri dan merupakan pakar di bidangnya masing-masing. Pengumuman juara CPDC dilakukan bertepatan dengan acara puncak PetroGas Days UI 2012 yang diselenggarakan di Hotel Sari Pan Pacific. Juri-juri yang beranggotakan Audist Subekti (PT 3M Indonesia), Prof. F.G Winarno (PT MBrio Biotekindo), Ivad Arifian (PT Unilever Indonesia Tbk), dan Wisnu Dharmawan (Western Union) akhirnya memilih juara-juara CPDC tahun ini sebagai berikut.

  1. Haryo Wibisono, dkk. berasal dari Universitas Indonesia dengan produk “Grassava; Staple Food as Substitute for Rice”;
  2. Kenny Viriya, dkk. berasal dari Universitas Indonesia dengan produk “Sourxon; Low Calories Beverage in Effervescent Tablet”; dan
  3. Christine Saputra, dkk. berasal dari Universitas Katolik Parahyangan dengan produk “Thicklicious; Food Thickener Berbahan Baku Pati Hanjeli (Coix lacryma-jobi, L.)”.

Juara pertama berhak atas hadiah uang senilai US$ 1000 dan Student Innovator Award yang dipersembahkan oleh PT 3M Indonesia.

 

Seminar

Seminar Petrogas Days (PGDs) 2012 merupakan sebuah acara yang mengedepankan tema-tema yang berkaitan dengan dunia gas dan perminyakan dengan menghadirkan para pembicara/narasumber yang berasal dari berbagai latar belakang yang ahli di bidangnya. Seminar ini diharapkan dapat memfasilitasi para peserta untuk mengetahui perkembangan produksi minyak bumi dan gas serta teknologi terkait yang diaplikasikan untuk peningkatan produksi minyak bumi dan gas di Indonesia.

Seminar PetroGas Days UI 2012 terdiri dari 2 kelas umum, yaitu Oil Class dan Gas Class. Seminar ini dihadiri sekitar 400  peserta dimana terdiri atas mahasiswa universitas-universitas se-Indonesia dan kalangan professional. Seminar ini diisi oleh pembicara-pembicara yang kompeten dari berbagai perusahaan migas, BPMIGAS maupun KKS-nya yang kompeten dari segi teknologi. Dalam keseluruhan Seminar PGDs 2012 ini, moderator berasal dari alumni Teknik Gas dan Petrokimia UI yang menggambarkan dukungan positif dari ILUNI-GP.

Untuk Oil Class, panitia mengangkat tema “Increasing Oil Production to Maintain National Energy Growth” dimana 3 sesi  didalamnya di moderator secara berturut-turut oleh Bapak Bambang Heru Susanto, Bapak Josia Simanjuntak, dan Bapak Nelson Saksono. Seminar yang diadakan di Ruang Apung, Perpustakaan Pusat UI ini diisi oleh Bapak Popi Ahmad Nafis, Bapak Bambang Dwi Djanuarto dan Iwan Ratman dari BPMIGAS, Bapak Wawan Adianto dari Pertamina, dan Paolo Ilham Sola Gratia dari ExxonMobil Oil Indonesia. Dalam sesi ini dibahas berbagai kebijakan-kebijakan pengelolaan minyak di Indonesia dan aplikasinya dalam Blok Cepu, Jawa Tengah.

Untuk Gas Class, panitia mengangkat tema “Exploring Gas Potency and Technology Applied to Fulfill National Demand” dengan presenter-presenter dari berbagai perusahaan-perusahaan yang menangani gas. Seminar yang diadakan di Balai Sidang Universitas Indonesia ini diisi oleh Bapak Luky Agung Yusgiantoro (BPMIGAS), Bapak Agam Munawar (VICO Indonesia), Bapak Ramia Darma (Total E&P Indonesie), Bapak Ari Adji (Nusantara Regas), serta Bapak Yan Darmadi dan Bapak Eky Saputra (Conoco Philips). Kelas ini dimoderatori oleh Bapak Ricko Sjarief, Mauren P. L. Toruan, dan Hendra Taruna. Keseluruhan sesi ini membahas berbagai potensi gas Indonesia, termasuk coal bed methane, teknologi terbaru dalam industri gas, dan studi kasus dari Blok Natuna, Riau.

 

Topical Gala Dinner

Topical Gala Dinner merupakan puncak acara Petrogas Days UI 2012 dimana terdiri dari berbagai rangkaian acara, yaitu pengumuman Gala Dinner, 4th CPDC (Chemical Product Design Competition), dan Talk Show. Acara ini diadakan di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat dan dihadiri sekitar 150 undangan, yang terdiri dari perwakilan pemerintah, KKKS, industri pengguna gas dan mahasiswa. Bagian dari Gala Dinner ini, talk show yang dihadirkan mengangkat tema “Fulfillment of Gas Needs for Industry to Support National Competitiveness”.

Talk show ini dibuka dengan keynote dari Bapak Widjajono Partowidagdo selaku Wakil Menteri ESDM (Energi dan Sumber daya Mineral). Narasumbernya terdiri dari komponen pemerintah, pengusaha, dan pengamat, yaitu Bapak Panggah Susanto selaku Dirjen BIM, Kementrian Perindustrian, Bapak Heri Poernomo (Direktur Pembinaan Program Migas) sebagai perwakilan Dirjen Migas, Kementrian ESDM, Bapak Bobby Adhityo Rizaldi selaku anggota Komisi VII DPR RI, Bapak M.I. Zikrullah (Kepala Divisi Pemanfaatan Minyak dan Gas) sebagai perwakilan BPMIGAS dan Bapak Suprapto Soemardan (Wakil Direktur Kepengusahaan) sebagai perwakilan dari Pertamina Gas. Sebagai bentuk dukungan, moderator untuk talk show ini adalah Bapak Herry Putranto, yang merupakan Ketua KMI (Komunitas Migas Indonesia). Sebagai kata penutup, Bapak Widjajono mengemukakan bahwa pengembangan batu bara, baik sebagai penghasil listrik maupun penunjang industri migas, dapat dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

 

Akhir kata, kami segenap panitia PetroGas Days Universitas Indonesia 2012 mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak, baik pihak alumni Gas dan Petrokimia, supporting partner, pihak sponsor, dan media partner yang telah membantu dalam mensukseskan terselenggaranya acara ini.

Sampai jumpa di PetroGas Days Universitas Indonesia 2013!

Indonesian students win robotics competition in US

(The Jakarta Post) A robotics team from the Computer University (Unikom) in Bandung, West Java, was named on Sunday the best team in the RoboWaiter category during the 19th Trinity College Robot Contest at Trinity College, Hartford, Connecticut, in the United States.

Team leader Yusrilla Kerlooza told The Jakarta Post that the team won two first places and two second places in the international competition.

“Thank God,” Yusrila said in a text message sent to the Post from the US just after the competition on Saturday local time.
The same team won the first place in the advanced class and the first and second places in the standard class in the same category last year.

The team assembled a robot with the ability to help elderly people to get themselves a plate from a refrigerator. During the competition an elderly gentleman sat on a wheelchair in a kitchen and the robot had to be able get him a plate. The team with the fastest robot doing the tasks got the highest score.

Yusrilla said that two Indonesian teams were still competing in the event.

“In the next 12 hours, robotics teams from the Bandung Institute of Technology and the Telkom Institute of Technology will be competing in the firefighting category. I hope Indonesian people will pray for the teams,” he said. (swd)

Mahasiswa ITS wakili Indonesia di Kompetisi CSR, Prancis

Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November berhasil mewakili Indonesia di ajang internasional bergengsi Corporate Special Responsibility. Tim bernama Dream High yang beranggotakan Banon Tri Kuncahyo, Ariestia Ramadhani, serta Ayu Dewantari Puspawardani (semuanya berasal dari jurusan Teknik Informatika) ini berhasil menyisihkan 500 tim dari seluruh dunia untuk mengikuti kompetisi yang diadakan di Paris, Prancis bersama 45 tim lain.

Dream High berhasil lolos babak penyisihan dengan video mereka yang berjudul Entrepreneur Kid yang merupakan video tentang menanamkan jiwa wirausaha pada anak – anak. selain video ini, ada beberapa aspek lain yang harus mereka sanggupi sebelum bisa terbang ke Prancis, seperti proyek website, vote, jawaban soal, dan lain – lain.

Di Prancis, 45 tim yang terpilih diberikan sebuah proyek baru yang menantang para peserta untuk membuat masterplan sesuai prinsip sustainable city. Dalam pengerjaan proyek baru ini, seluruh tim diberi waktu hingga Senin, 12 Maret 2012. 10 tim dengan masterplan terbaik akan melakukan presentasi di Paris, dan tim yang jadi juara pertama akan diberikan dana untuk melaksanakan rencana tersebut di kota asal mereka.

Rencananya, bila Dream High berhasil menjadi juara, mereka akan mengaplikasikan masterplan tersebut di Surabaya. semoga sukses!

ditulis di Good News From Indonesia oleh Farah Fitriani (farahfitrianifaruq@gmail.com / @farafit)

Aisya dan Jas Hujan Sobeknya

Nama lengkapnya, Aisya Rabbanea Zahra, anak saya yang sebentar lagi memasuki usia sekolah dasar. Sudah hampir 2 tahun ini saya punya kegiatan baru di pagi hari, yakni mengantar dia ke TK yang tidak jauh dari rumah. Makin lama saya makin menikmati kegiatan itu karena valuenya yang luar biasa, misalnya saya begitu senang memandangnya berbaur akrab dengan teman2 sekolahnya yang seusianya.

Sebetulnya tidak ringan mengantar Aisya tiap pagi, apalagi dengan kemacetan Surabaya yang makin hari makin menjadi. Kalau saya antar kepagian, kasian, teman2nya belum datang. Tapi serepot-repotnya mengantar dia, pasti jauh lebih repot lagi adalah anak itu sendiri sebagai pihak yang harus menjalani. Tas mereka makin hari makin berat , pelajaran mereka makin sekali dan jam sekolahnya sebentar lagi akan makin panjang .

Saya jadi ingat ketika saya mengunjungi Solomon Islands 5 tahun silam. Saya bertemu dengan beberapa mahasiswa dengan berbagai macam bawaannya. Tas, buku, dan berbagai peralatan kuliah lainnya. Saya sempat bertanya ringan dengan mereka, kira kira setelah lulus mau jadi apa. Dan jawabannya sungguh mengharukan saya “Di Solomon Islands tidak banyak lowongan kerja. Mungkin saya akan jadi nelayan atau petani”. Memang, Solomon Islands adalah negara kepulauan yang cukup panjang, dengan penduduk mungkin tak lebih dari 600 ribu jiwa. Di samping letaknya yang jauh dari mana-mana, ekonomi Solomon Islands juga sangat bergantung pada perikanan, pariwisata, dan bantuan asing. Dengan ketergantungan seperti itu, saya berpikir..”alangkah kasiannya anak2 sekolah di sana. Karena mereka sudah tahu, masa depan mereka kurang cerah secara ekonomi”.

Saya masih teringat  ketika saya seumuran Aisya, dan ketika itu bayangan akan masa depan yang cerah tergambar jelas di benak saya.  Dan terus terang saja, waktu itu saya berpikir bahwa pintar saja tidak cukup, tapi harus juga sukses secara ekonomi di masa depan.

Pemikiran seperti itu terbawa hingga kini. Saya terus terang sangat trenyuh melihat Aisya yang tetap ke sekolah meski hujan deras, dan jas hujannya sobek. Namun saya mempunyai bayangan yang tergambar sangat jelas di benak saya, bahwa masa depan Aisya akan jauh lebih baik secara ekonomi dibandingkan orang tuanya. Karena saya meyakini sepenuhnya, Indonesia akan terus melaju secara ekonomi, dan mampu memberikan kesempatan luas bagi putra putri bangsanya untuk mendapatkan penghidupan yang maju.

(Teriring sebaris do’a..kukirimkan kepada-Mu, ya Allah)

Bali`s arts institute educating 58 foreign students

Denpasar, Bali (ANTARA News) – The Indonesian Arts Institute (ISI) based in Denpasar is currently educating a total of 58 students from 22 countries in various aspects and departments of Balinese arts, the ISI rector said.

Foreign students` interest in the courses offered by ISI is expected to increase in the 2012/2013 academic year, ISI Rector Prof.Dr. I. Wayan Rai S., said here on Saturday.

Of the 58 foreign students now enrolled at ISI, 18 were studying at the institute`s performing arts section, 14 at the “Kerawitan” arts section, eight at the plastic arts section, eight at the artistic skill section, nine at the photography section, and one at the artistic design section. the rector said.

The foreign students came from Poland, Hungary, Japan, the United States, South Africa, Slovenia, Spain, Argentine, Australia, Bangladesh, Belgium, Serbia Montenegro, Ukraine, Venezuela, Greece, Madagascar, Uzbekistan, Brazil, China.

The ISI rector also said over the past 13 years, the arts institute had educated a total of 496 foreign students and most of them learnt about the arts of using drums and performing Balines dances.

I Wayan Rai completed his art studies at California University in Los Angeles.

RI students dominate Asian English-language olympics

Jakarta (ANTARA News) – Indonesian highschool and university students dominated an Asian English Olympics (AEO) organized by Bina Nusantara English Club (BNEC) at Universitas Bina Nusantara February 13-17.

The event, themed “Inspiring Asia”, saw the participants competing in six categories ; debates, scrabble, story telling, news reading, speechmaking and short film making.

The competition in the debate category was won by the NUSA group, scrabble by Christian Oktavius of Universitas Bina Nusantara, story telling by Ahmad Rizky of SMA Insan Cendekia, news reading by Zilvia of Bina Nusantara, and speech making by Agustin Priyanti of STIE IT dan Bisnis.

The best short film was made by Stikom London School Jakarta and titled “Framed Life”.

Zilvia also won the highest score for her appearance in a talk show and as a news presenter. Therefore,she would be a guest presenter in a TV Indonesia Now program with Dalton Tanonaka.

Elsa Novita, the AEO organizing committee`s chairwoman, said the Olympics was held to improve English-language proficiency of Indonesian youths but also to promote closer relations among students from all over Asia.

She was proud that the Indonesian participants were able to show that their ability to express themselves in English was not second to that of students from other countries.

The event was participated in by at least 500 students from Indonesia, Malaysia, the Philippines, Thailand, and a few other countries.

The olympics was for the first time held on a national scale in 2005 and on a South East Asian scale in 2010. Considering the great interest in the event, another olympics would be organized in 2012, Elsa said. (*)