Dr. Warsito Taruno, peraih BJ Habibie Technology Awards dikenal sebagai seorang ilmuwan yang mengembangkan alat terapi anti kanker sejak awal tahun 2000.

Doktor lulusan Shizouka University ini seperti diketahui mengembangkan Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) dan Electrical Capacitance Cancer Theraphy (ECCT). Kedua teknologi itulah yang membuatnya menjadi ilmuwan "kontroversial", puncak dari kontroversi itu adalah surat dari Kementerian Kesehatan yang meminta Pemerintah Kota Tangerang untuk menertibkan klinik Warsito.


Imbas dari penutupan klinik riset kanker Warsito itu, akhirnya 70% atau sekitar 100 karyawan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), seperti yang dimuat dalam laman resmi www.c-techlabs.com.


Dalam pelepasan 100 Karyawannya itu, Dr. Warsito menyampaikan sebuah pidato pelepasan yang mengharukan. Berikut isi pidatonya :


“Merupakan suatu kebanggaan bagi kita bisa bertemu, walau mungkin dalam suasana yang tidak terlalu sempurna. Tapi, ini bagian bagaimana kita berkontribusi untuk dunia.

“Apa yang kita kerjakan benar-benar sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang selama ini dipandang tidak mungkin, menjadi mungkin. Dan kita lakukan itu semua di hadapan diri kita sendiri.

“Banyak orang belum percaya dengan hasil dari apa yang kita kerjakan. Hanya sebagian kecil saja yang percaya, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat manfaat dari apa yang kita kerjakan.

“Kanker.

“Saya kira, kanker 5-10 tahun yang lalu tak ubahnya seperti pengumuman kematian yang diberitahukan lebih cepat. Tapi, kalau kita melihat apa yang telah kita lakukan, oleh CTech Edwar Technology, saya kira pekerjaan bisa di ibaratkan seperti memberi sebuah “cahaya” kepada tempat yang sudah tidak ada cahayanya lagi.

“Sebagian besar orang belum memahami pentingnya apa yang kita kerjakan. Karenanya kita harus lebih bersabar agar makin banyak lagi orang memahami pentingnya apa yang kita kerjakan.

“Saya mengambil contoh Willy (seorang pasien kanker yang dinyatakan sembuh menggunakan ECCT, karyawan perusahaan), fenomenanya terjadi itu karena kehendak Allah SWT. Karena-Nya kita bisa bersama ada di sini. Hal tersebut telah direncanakan oleh Allah. Willy tidak seorang saja. Ada adiknya, tetangganya, tetangganya tetangga willy. Itu baru beberapa contoh orang saja, sesuatu yang tadinya tidak mungkin, menjadi mungkjn. Itulah arti penting atas karya kita.

“Karena apa yang kita kerjakan sesuatu yg luar biasa maka orang tidak mudah menerimanya. Kalau kita melihat Go-Jek misalkan, sama-sama ditutup izinnya, namun bisa dibuka kembali dalam sehari. Kusrin, karyanya dibakar, sampai kemudian diubah kembali kebijakannya hanya dalam seminggu.

“Apakah yang kita kerjakan tidak lebih layak dari Go-Jek dan Kusrin? Mengapa Menkes sampai detik ini juga belum mengeluarkan keputusan? Menteri tidak perlu datang ke kantor Go-Jek dan Kusrin untuk mengubah kebijakan. Tapi, untuk kasus kita, Menristek sampai dua kali berkunjung ke CTech Edwar Technology (apresiasi untuk Prof Nasir). Menurut saya pun Presiden Jokowi bukan tidak mengetahui apa yang kita kerjakan.

“Ada seorang analis dari Belanda. Dia mengirim email tentang pendekatan yang promising terkait kanker tiga hari yang lalu. Tiga pendekatan tersebut adalah novocure, satu lagi berbasis magnet (lupa), dan ECCT. Dia bilang, dari tiga teknologi dunia ini yang paling menjanjikan dan hasilnya paling efektif adalah ECCT. Kalau kita melihat Willy, memang sesuatu yang kita kerjakan ini riil. Lalu, mengapa kita untuk menolong orang ini rasanya sulit? Itu karena apa yang kita kerjakan adalah sesuatu yang tidak ada perbandingannya di tempat lain.

“Mungkin, kita sendiri kadang tidak yakin mengerjakannya, ‘kok Willy bisa sembuh ya. Orang yang tidak mengerti kanker itu tidak percaya. Membantu Willy itu dianggap kebanyakan orang seolah-olah membantu anak sakit yang kena flu.

“Tetapi kita bukanlah sebagaimana kebanyakan orang.

“Saya kira kalau ada beberapa orang yang juga mampu mengerjakan hal seperti ini, tidak akan banyak. Karena itu, kalian harus merasa bangga dengan apa yang kita kerjakan. Jangan berkecil hati dengan apa yang kita kerjakan itu akan berkurang pahalanya, selama Anda ikhlas mengerjakannya. Tidak perlu kita berkecil hati terkait berkurangnya rezeki kita. Karena, perihal rezeki, tidak ada pengaruhnya dengan apa yang orang lain kerjakan pada kita.

“Seberapa banyak kerja yang harus kita lakukan, mulai dari menyolder sirkuit, dari yang menganilisis hasil medis, menyiapkan makan siang, sampai bapak-bapak yang membantu saya menyiapkan kantor di Modernland tahun 2003.

“Kembali lagi, tidak ada yang perlu kita khawatirkan terhadap apapun juga, karena kita sudah memberikan semua daya dan upaya. Kalau hari ini kita harus berhenti, itu bukan karena kita belum mengeluarkan semua yang kita punya. Kita sudah all out, that’s what makes it counts!, yang namanya rezeki, itu tidak akan tertahan karena tindakan orang lain pada kita. Mungkin selama 3-4 tahun ini kita bisa bersama-sama dan mendapat rezeki. Tetapi kalau kita harus berhenti dulu, Allah tidak akan menahan rezeki kita masing-masing.

“Kemudian, apa yang kita kerjakan tidak akan terhapus oleh apapun dan siapapun. Dalam artian, kalau harus berhenti dulu hari ini, maka pahala itu tak akan berkurang, siapapun yang mengerjakan dan kapanpun dikerjakannya kalau mereka terinspirasi dari apa yang kita kerjakan.

“Kita bersedih karena harus berpisah terlebih dahulu. Tapi itu adalah bagian dari proses, proses untuk meraih yang lebih besar dari apa yang kita dapatkan sekarang. Karena kalau kita tidak pernah menghadapi masalah, kita tidak akan bisa naik ke level yang lebih tinggi.

“Saya melakukan riset sejak 1992 sudah 24 tahun. Sepengetahuan saya, tidak ada satu proses pun yang berlangsung tanpa adanya tantangan maupun cobaan. Saya pernah tidak memiliki pekerjaan, tidak memiliki makanan selama seminggu, kalau makan saat itu, ya numpang. “Gempuran” dimulai dari tahun 2011 dan 2012, saat itu kita bergeming. Tahun 2013 dan 2014 pun sama, kita bergeming. Untuk saat ini, kalau nanti kita bangkit lagi, saya kira kita akan bangkit dengan lebih kuat.

“Apalagi kalau mengingat sebagian besar kalian adalah anak-anak yang baru lulus kemarin. Saya kira kalau Anda semua langsung mencicipi keberhasilan, itu terlalu bagus. Nanti kemungkinan ke depannnya tidak akan menyelamatkan kalian (kalau belum pernah merasakan kegagalan). Jadi, kalian pun memerlukan kegagalan, rasa sedih, dan jatuh. Hanya karena itulah semua akhirnya jadi kuat. Edwar Technology pun memerlukan hal tersebut dan Edwar Technology akan bangkit lebih kuat ke depannya. Jadi, jangan berkecil hati.

“Ini sebuah proses yang kita butuhkan untuk menjadi lebih baik. Kalau kita berhenti dulu, kita bisa menata kembali dengan lebih baik. Untuk karyawan yang harus berhenti dulu, terus terang ini keputusan yang paling berat. Ketika melihat seseorang pergi di hadapan kita dengan menundukkan kepalanya. Saya kira itu yang paling berat. Tapi sekali lagi, saya rasa ini perlu. Insya Allah tidak ada rezeki yang bisa diambil oleh orang lain dari kita. Jadi, kesempatan kali ini bisa kita gunakan. Yang tadinya merasa skillnya belum cukup, bisa diasah kembali. Bagi staf R&D, bisa meluangkan untuk membaca lebih banyak lagi, mengambil kelas, dan pergi sekolah untuk belajar lebih banyak lagi.

“Setelah waktu itu telah diberikan oleh Allah untuk menata apa yang kita kerjakan, saya kira kita bisa berkarya lebih besar. Bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk Indonesia dan terlebih lagi untuk kemanusiaan. Mudah-mudahanan niat baik itu yang bisa menguatkan kita.

“Kita harus berhenti tetapi insya Allah kita kembali dengan lebih kuat. Kembali membuat manfaat untuk kemanusiaan.

“Itu saja, terima kasih.

Wa billahi taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum wr wb”

Source : https://ibrhm205.wordpress.com

Advertisement Advertise your own
Ads Telkom Indonesia
0 Komentar
Tambahkan komentar dengan Akun GNFI / Facebook ...
READ NEXT
BACK TO TOP
5 Perempuan Indonesia yang Menginspirasi dan Mendunia
5 Perempuan Indonesia yang Menginspirasi dan Mendunia
Mungkin kita masih ingat, dahulu perempuan selalu dikaitkan dengan "guyonan" 3M (Macak, Masak, dan Manak). Kini setelah memasuki jaman emansipasi yang ditandai dengan lahirnya sosok Kartini, kaum perempuan secara pasti berubah dan memiliki peluang besar untuk mengembangkan dirinya.Sederet prestasi dan karir yang menjulang hingga ke kancah Internasional menjadi bukti eksistensi dan peran perempuan
Raih Predikat Terbaik se-Asia, Mahasiswa UI Harumkan Indonesia Lewat Ini
Raih Predikat Terbaik se-Asia, Mahasiswa UI Harumkan Indonesia Lewat Ini
Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan menjadi yang terbaik se-Asia pada lomba mobil hemat bahan bakar di ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia, 3-6 Maret 2016 di Manila, Filipina.
Taman Digital Baru, di Mukomuko
Taman Digital Baru, di Mukomuko
Menyediakan ruang terbuka taman untuk masyarakat, tampaknya menjadi sesuatu yang populer saat ini bagi para pemimpin daerah. Selain bermanfaat untuk memberikan tempat rekreasi gratis, taman juga dapat menjadi lokasi bertemunya masyarakat. Sebagai pelengkap, taman tersebut juga bisa dilengkapi dengan koneksi internet agar menjadi taman digital. Terkait upaya tersebut, kabar gembira
Trapobana Tanah Misterius di Timur, Perdebatan Para Penjelajah Dunia
Trapobana Tanah Misterius di Timur, Perdebatan Para Penjelajah Dunia
Bangsa Eropa melakukan eksplorasi besar-besaran pada abad ke-15 yang kemudian di kenasl sebagai Abad Penemuan (Age of Discovery). Ketika itu banyak penjelajah Eropa yang berlomba-lomba untuk menemukan dunia yang baru. Dunia baru artinya wilayah baru dan kekayaan baru. Hanya saja saat itu peta sangat minim dan sering terjadi perdebatan tentang
Otak-Atik Algoritma Matematika Hasilkan Desain Batik Skala Internasional
Otak-Atik Algoritma Matematika Hasilkan Desain Batik Skala Internasional
Akhir 2006 lalu, tiga orang asal ITB berkumpul, mereka adalah Nancy,Muhammad Lukman dan Yun Hariadi. Tak disangka dari hasil pertemuan tersebut menghasilkan suatu karya yang dapat tembus hingga pasar Internasional.
Pengguna Ponsel di Indonesia Mulai Giat Berbelanja Secara Digital
Pengguna Ponsel di Indonesia Mulai Giat Berbelanja Secara Digital
Potensi e-commerce Indonesia yang pada tahun 2016 diperkirakan akan mencapai 13 miliar dolar Amerika menarik berbagai investor baik lokal maupun internasional untuk membangun media jual beli online. Data terbaru juga menunjukkan bahwa ternyata pengguna telepon pintar di Indonesia telah banyak menggunakan perangkatnya untuk jual beli. Berdasarkan data yang dirilis MasterCard dalam Mobile