Seorang pemuda asal Indonesia, Reynold Purnomo menjadi satu dari 24 peserta yang sedang berlaga di acara Masterchef Australia yang dibuat oleh jaringan televisi Channel 10, dan dimulai sejak hari Selasa (5/5/2015).

Acara Masterchef adalah lomba memasak dimana para peserta secara individu akan menunjukkan kemampuan mereka mengolah berbagai makanan. Masterchef Australia 2015 merupakan seri ke-7.

Salah satu program lomba memasak lainnya di Australia adalah My Kitchen Rules dimana pesertanya terdiri dari pasangan dua orang.

Reynold Purnomo 20 tahun merupakan warga Indonesia di Australia pertama yang berhasil masuk ke 24 besar program Masterchef.

Dalam percakapan lewat telepon dengan wartawan ABC Australia Plus Indonesia L. Sastra Wijaya, di sela-sela kesibukannya berlaga di Masterchef, Reynold Purnomo menjelaskan proses keterlibatannya ikut acara tersebut.

Reynold Purnomo peserta pertama asal Indonesia dalam acara Masterchef. (Channel 10)

Reynold Purnomo peserta pertama asal Indonesia dalam acara Masterchef. (Channel 10)

"Ide untuk mengikuti Masterchef ini datang dari pacar saya, yang mendesak bahwa saya pantas mengikuti Masterchef." kata mahasiswa Universitas Western Sydney tahun kedua tersebut.

Menurut Reynold, kekuatan utamanya dalam soal masakan adalah dalam membuat desert, menu penutup. "Saya sudah lama bercita-cita untuk bisa membuka dessert bar." katanya lagi.

Reynold memang berasal dari keluarga yang sudah lama berkecimpung dalam soal makanan.

Keluarganya pindah dari Surabaya ke Sydney di tahun 1999 di saat Reynold berusia sekitar 6 tahun.

"Sebelumnya orang tua saya memiliki restoran di Surabaya, dan setelah tiba di Sydney kami juga membuka restoran, namun sekarang sudah tidak lagi." tambah Reynold.

Kakak Reynold, Arnold Purnomo sekarang adalah salah satu juri dalam acara Masterchef Indonesia.

Apakah karenanya pengetahuan akan makanan Indonesia akan menjadi salah kekuatannya di Mastechef 2015?

"Wah pengetahuan saya mengenai masakan Indonesia sebenarnya malah terbatas. Saya tahu memasak rendang daging atau sop buntut. Paling cuma itu saja." katanya dalam percakapan kami.

Lalu dari mana pengetahuannya mengenai masakan didapatnya selama ini?

"Dari melihat apa yang dilakukan orang tua. Juga dari internet dan berbagai bacaan." kata Reynold lagi.

Berbeda dengan apa yang diinginkan oleh Reynold untuk membuka dessert bar, orang tuanya malah sebenarnya tidak mendukung keinginan tersebut.

"Mereka sebenarnya menghendaki saya untuk menyelesaikan kuliah dan kerja kantoran. Itulah sebabnya saya kuliah di Universitas Western Sydney di bidang nutrisi. Orang tua saya sudah merasakan susahnya hidup dari membuka restoran, ingin saya bekerja di bidang lain." kata Reynold lagi.

disadur dari ANTARA
Advertisement Advertise your own
Ads Telkom Indonesia
0 Komentar
Tambahkan komentar dengan Akun GNFI / Facebook ...
READ NEXT
BACK TO TOP
Aplikasi Karya Mahasiswa Tangsel Ini Bisa Jadi Solusi Masalah Sampah
Aplikasi Karya Mahasiswa Tangsel Ini Bisa Jadi Solusi Masalah Sampah
Fajar Febriyan dan Tri Wahyu Hidayat merupakan tiga anak muda yang turut gelisah melihat persoalan sampah yang sulit tertangani. Bermodal tekad dan keinginan kuat
Bahasa Indonesia Diminati di Inggris
Bahasa Indonesia Diminati di Inggris
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI Exeter) bersama dengan Indonesian Society (Indosoc) di University of Exeter menyelenggarakan kelas bahasa dan budaya Indonesia mengingat banyaknya permintaan cari
3 Film Pendek Karya Anak Bangsa Juara di Singapura
3 Film Pendek Karya Anak Bangsa Juara di Singapura
Dunia perfileman Indonesia terus bergeliat. Tidak hanya para aktornya yang telah merambah Hollywood namun juga film-film karya anak bangsa mendapatkan berbagai penghargaan. Penghargaan terbaru
Paviliun Indonesia Menjadi yang Terbaik di Berlin
Paviliun Indonesia Menjadi yang Terbaik di Berlin
Sekali lagi, prestasi wisata Indonesia di kancah internasional diraih. Kali ini lewat bursa pariwisata terbesar di dunia, Internationale Tourismus Boerse (ITB) Berlin di Jerman
Tas Warisan Budaya Dunia ini Bisa Lindungi Lingkungan, Kok Bisa?
Tas Warisan Budaya Dunia ini Bisa Lindungi Lingkungan, Kok Bisa?
Kearifan lokal tidak melulu ketinggalan jaman, padahal sering kali pengabaian pada tradisi lokal ternyata masih bisa menjadi solusi untuk permasalahan konvensional seperti dalam hal
Perempuan Ini Satu-satunya Ahli Taksonomi Bambu Di Indonesia
Perempuan Ini Satu-satunya Ahli Taksonomi Bambu Di Indonesia
Siapa yang tak kenal bambu, tamanan yang mudah kita jumpai ini sudah akrab digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat Indonesia sejak jaman dahulu, mulai dari