By. Daniel, Muhammad F.

Mendengar kata “Sentul” – Apakah yang pertama kali terlintas dalam pikiran anda? Sirkuit balap kan? Nama tersebut diambil dari nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  Lintasan olah raga pemacu adrenalin ini dibangun atas prakarsa dari Hutomo Mandala Putra, putra bungsu dari Presiden Soeharto. Semula sirkuit ini diharapkan akan mampu membawa nama Indonesia kedalam jajaran Negara-negara penyelenggara ajang balap mobil paling bergengsi formula 1 (F1). Namun harapan tersebut harus dikubur cukup dalam sebagai imbas dari awal krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997/1998. Akan tetapi Indonesia tidak perlu berkecil hati karena setidaknya sirkuit ini masih mampu mencapai standar yang ditetapkan oleh Fédération Internationale de l'Automobile atau disingkat sebagai FIA yaitu Federasi Otomotif Internasional sebagai arena balap sekelas A1 Grand Prix, yang hanya 1 tingkat dibawah F1.

Ditinjau dari segi panjang lintasan, Sirkuit Sentul mempunyai track sepanjang 4,12 km dengan jumlah tikungan sebanyak 11 buah. Sirkuit ini bisa dikatakan hampir sejajar dengan Sirkuit Estoril (Portugal) yang mempunyai panjang lintasan sebesar 4,182 km dan Sirkuit Indianapolis (USA) yang mempunyai panjang 4,216 km. Bahkan Sirkuit Sentul mampu menandingi Sachsenring (Jerman) yang hanya mempunyai panjang 3,675 km dan Laguna Seca (USA) dengan panjang 3,602 km. Ditinjau dari segi kelengkapan, secara umum sirkuit ini dilengkapi oleh sarana pendukung lain sejajar dengan sirkuit-sirkuit top dunia lainnya, termasuk garasi pit sebanyak 50 buah serta 2 tribun tertutup untuk penonton.

Ditinjau dari segi perekonomian, dengan dibangunnya sarana balap ini maka perekonomian didaerah Sentul juga mengalami pertumbuhan pesat. Banyak sekali investor yang datang untuk membangun hotel-hotel skala internasional sekelas bintang 3 keatas, lapangan-lapangan golf, bungalow serta pusat rekreasi yang menandai berkembangannya geliat perekonomian di Sentul.

Pada masa kejayaan sirkuit ini, yang fisik pembangunannya telah rampung dikerjakan pada tahun 1994 ini pernah menjadi tuan rumah penyelenggara ajang kejuaraan internasional balap motor yang paling bergengsi yaitu MotoGP yang diselenggarakan pada tahun 1996 dan 1997. Siapa yang tak kenal nama-nama seperti Valentino Rossi, Max Biaggi, bahkan sang legenda MotoGP seperti Michael Doohan. Hampir setiap orang di Indonesia tahu semua nama-nama selebritis MotoGP tersebut. Sayangnya, pada tahun itu nama-nama pembalap diatas belum menjadi 1 kelas dalam arena balapan. Contohnya Valentino Rossi,  pada saat itu dia masih sangat muda sekitar 17 tahun namun dia sudah menjadi raja balap dikelas 125cc.

Dengan bergabung dengan Tim Nastro Azzurro dia menggunakan motor pabrikan dari Aprilia. Sedangkan Max Biaggi masih turun dikelas 250cc tergabung dalam tim Chesterfield dan menggunakan motor pabrikan Aprilia juga. Pada akhirnya pada tahun 1997 Biaggi hijrah menjadi bagian dari Tim Marlboro dengan menggunakan motor pabrikan dari Honda. Sang legenda dunia balap, Michael Doohan, menjadi raja dikelas 500cc dengan berturut-turut naik podium pertama mulai dari tahun 1994 sampai dengan 1998. Dia tergabung didalam Tim Honda Racing Team (HRC) dengan menggunakan motor andalannya Honda NSR.

Legenda-legenda balap motor tersebut pernah merasakan beradu motor dan strategi diatas ganasnya lintasan Sirkuit Sentul dengan disaksikan oleh ratusan ribu penggemar fanatiknya secara langsung di Indonesia. Sungguh amat disayangkan pada saat Indonesia berangsur-angsur pulih dan terlepas dari krisis ekonomi, Sirkuit Sentul belum mampu bangkit serta menjadi tuan rumah ajang balapan internasional sekelas MotoGP atau bahkan Formula 1 mengulang kesuksesannya pada awal didirikan. Dan sebagai penggemar berat olah raga balap tersebut, tidak henti-hentinya saya berharap dan berdoa agar dalam waktu mendatang nama Sentul dapat berkibar serta didengungkan secara internasional sebagai salah satu sirkuit yang menjadi tuan rumah ajang balap-balap bergengsi internasional.

 
Advertisement Advertise your own
Ads Telkom Indonesia
0 Komentar
Tambahkan komentar dengan Akun GNFI / Facebook ...
READ NEXT
BACK TO TOP
Startup-startup terbaik Indonesia
Startup-startup terbaik Indonesia
INFOGRAFIS 4 hours ago
Dolo-dolo Bagi para Pemburu Gerhana Matahari Total di Tidore
Dolo-dolo Bagi para Pemburu Gerhana Matahari Total di Tidore
Tak hanya menyiapkan berbagai fasilitas dan acara untuk wisatawan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara telah menyiapkan sebuah tradisi budaya. Mereka akan menyuguhkan tradisi dolo-dolo kepada para wisatawan mancanegara saat Gerhana Matahari Total (GMT) berlangsung.Dolo-dolo merupakan sebuah tradisi budaya yang biasa dilakukan ketika terjadi gerhana matahari atau
Danau ini Simpan "Buku Sejarah" Iklim Terlengkap di Nusantara
Danau ini Simpan "Buku Sejarah" Iklim Terlengkap di Nusantara
Danau Towuti di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menyimpan "buku sejarah" iklim terlengkap di Indonesia. "Buku sejarah" itu berupa lapisan-lapisan sedimen yang berada di dasarnya.
Inilah 9 Danau Terbesar Di Indonesia
Inilah 9 Danau Terbesar Di Indonesia
Danau adalah cekungan besar di permukaan bumi yang digenangi oleh air, baik air tawar maupun asin, yang keseluruhan cekungan tersebut dikelilingi oleh daratan. Karenanya untuk menentukan ukuran (besarnya) danau perlu memperhatikan paling tidak dua aspek yaitu luas permukaan dan volume air. Jumlah danau di Indonesia mencapai ribuan. Menurut data Kementerian Lingkungan
Inilah Masjid Tertua di Kalimantan Barat yang Indah
Inilah Masjid Tertua di Kalimantan Barat yang Indah
Masjid ini dahulu pernah direnovasi oleh Sultan Muhammad Sjafiuddin II. Lokasi masjid sebelumnya merupakan kediaman Sultan Umar Akamuddin I (1708-1732M) yang kemudian berubah fungsi menjadi sebuah mushola. Inilah Masjid Jami Kesultanan Sambas yang merupakan masjid tertua di Kalimantan Barat. Pemberian nama masjid ini dilakukan oleh Sultan Muhammad Sjafiuddin II. Masjid ini
Sajian Istimewa dari Tanah Rempah
Sajian Istimewa dari Tanah Rempah
Sejak dahulu tanah Maluku terkenal dengan kekayaan rempah-rempahnya. Masyarakat Maluku bahkan pandai untuk memodifikasi atau meracik berbagai ragam kuliner mulai dari makanan hingga minuman dengan bahan dasar rempah. Ragam kuliner tersebut menghasilkan sajian istimewa nan khas yang mampu menggugah selera setiap orang yang mencicipinya.